TES KEBUGARAN CALON JEMAAH HAJI

Sleman, 15 Februari 2020 telah dilaksanakan Tes Kebugaran Bagi 44 orang Calon Jemaah Haji (CJH) Tahun 2020 di Puskesmas Pakem. Ibadah haji adalah rangkaian ibadah yang memerlukan kesehatan dan kebugaran tubuh, disamping kesiapan finansial, mental ,pengetahuan dan pemahaan mengenai rangkaian ibadah. Sehingga tes kebugaran ini perlu dilakukan untuk memonitoring kesehatan calon jemaah haji.

Melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2016 tentang istilah istithaah kesehatan haji dalam rangka meberikan perlindungan terhadap jemaah haji agar dapat melaksanakan ibadahnya sesuai dengan ketentuan syariat islam.

Istithaah sendiri adalah kemampuan jemaah haji secara jasmaniah, ruhaniah, pembekalan dan keamanan untuk menunaikan ibadah haji tanpa menelantarkan kewajiban terhadap keluarga. Sedangkan istithaah kesehatan jemaah haji adalah kemampuan jemaah haji dari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga jemaah haji dapat menjalankan ibadahnya sesuai tuntunan agama Islam. Terdapat 4 kategori istithaah, yaitu :

  1. Memenuhi syarat istithaah kesehatan haji

Merupakan jemaah haji yang memiliki kemampuan mengikuti proses ibadah haji tanpa bantuan obat, alat, dan/atau orang lain dengan tingkat kebugaran jasmani setidaknya dengan kategori cukup (melalui pemeriksaan kebugaran yang disesuaikan dengan karakteristik individu jemaah haji).

  1. Memenuhi syarat istithaah kesehatan haji dengan pendampingan;

Merupakan jemaah haji dengan kriteria berusia 60 tahun atau lebih dan/atau menderita penyakit tertentu yang tidak masuk dalam kriteria tidak memenuhi syarat istithaah sementara dan/atau tidak memenuhi syarat istithaah.

  1. Memenuhi syarat istithaah kesehatan haji untuk sementara; atau

Merupakan jemaah haji yang tidak memilki sertifikat vaksinasi internasional (ICV) yang sah, menderita penyakit tertentu yang berpeluang sembuh, suspek dan/atau konfirm penyakit menular yang berpotensi wabah, psikosis akut, fraktur tungkai yang membutuhkan immobilisasi, fraktur tulang belakang tanpa komplikasi neurologis, atau hamil yang diprediksi usia kehamilannya pada saat keberangkatan kurang dari 14 minggu atau lebih dari 26 minggu.

  1. Tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan haji.

Merupakan jemaah haji yang memiliki kondisi yang dapat mengancam jiwa, gangguan jiwa berat, jemaah dengan penyakit yang sulit diharapkan kesembuhannya.

 

 

 

 

 

Sebelum melakukan tes fisik, calon Jemaah haji melakukan cek kesehatan awal. Calon Jemaah yang kedapatan memiliki permasalahan kesehtan akan diarahkan ke-pos konsultasi kesehatan untuk mendapat arahan dari dokter sesuai dengan masalah kesehatannya.

Pengukuran kebugaran haji dilakukan dengan metode rockport atau jalan cepat sejauh 1.600 m. yang kemudian dengan mepertimbangkan jenis kelamin, usia, dan waktu tempuh sewaktu melakukan tes rockport akan diketahui tingkat keguran calon jemaah haji.

Terakhir sebelum pulang, calon Jemaah haji juga diberikan pembekalan agar tetap dapat menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh selama mengikuti rangkaian ibadah haji.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *