MENGENAL ISTILAH OTG, ODP, DAN PDP

Dipantau dari situs corona.jogjaprov.go.id, dilapokan hingga tanggal 30 Maret 2020 pukul 16.00 WIB total PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Provinsi DI Yogyakarta berjumlah 193 pasien. Tapi seperti orang dapat dinyatakan sebagai PDP? dilihat pada Buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) revisi ke-4 dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Republik Indonesia. Terdapat 3 kriteria kasus yaitu OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan), dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

OTG adalah seseoarang yang tidak bergejala dan memiliki resiko tertular dari orang terkonfirmasi COVID-19. Orang tanpa gejala (OTG) merupakan kontak erat dengan konfirmasi COVID-19. Kontak erat adala seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung (dalam radius 1 meter dengan orang kasus PDP atau konfirmasi) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala. yang termasuk kontak erat adalah :

  1. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sesuai standar.
  2. Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan kasus (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.
  3. Orang yang berpergian bersama (radius 1 meter) dengan gejala jenis alat angkut =/kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Ada 2 jenis kasus orang yang dinyatakan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan) yaitu :

  1. orang yang mengalami demam (≥38°C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambar klinis yang meyakinkan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan tranmisi lokal
  2. Orang yang mengalami gejala gangguan sistem pernafapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.

Terakhir, ada 3 jenis kasus seseorang dinyatakan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yaitu:

  1. Orang dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥38°C) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernafasan seperti : batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat DAN tidak ada penjelasan lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan DAN dalam 14 hari rerakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan tranmisi lokal.
  2. Orang dengan demam (≥38°C) atau riwayat demam atau ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejal memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.
  3. Orang denga ISPA berat /pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Sumber : Buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) revisi ke-4 dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *