Kembali

Apa Resolusi Sehatmu di 2024? Yuk Intip To-Do-List Nya!

Apa Resolusi Sehatmu di 2024 Yuk Intip To-Do-List Nya

Setiap awal tahun, tentunya menjadi momen semua orang untuk menyusun resolusi bukan? Salah satunya adalah resolusi sehat. Tapi, seringkali resolusi hanya menjadi wacana saja, karena tidak dijalankan dengan sepenuh hati. Pada akhirnya, resolusi yang sama akan terus kita ulangi di tahun berikutnya. Padahal, resolusi sehat sebaiknya tidak ditunda pelaksanaannya. Hal ini karena datangnya sakit tidak dapat ditebak. Jadi, saat tubuh masih bugar dan sehat, harus segera dilakukan.

Remaja menurut UU Perlindungan Anak adalah seseorang yang berusia antara 10-18 tahun, dan merupakan kelompok penduduk Indonesia dengan jumlah yang cukup besar (hampir 20% dari jumlah penduduk). Remaja merupakan calon pemimpin dan penggerak pembangunan di masa depan. Untuk itu, kualitas kesehatan remaja juga harus menjadi perhatian utama. Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa kesehatan remaja sangat dipengaruhi oleh pola makan yang sehat dan aktivitas fisik yang teratur.

Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 menunjukkan 34,9% remaja memiliki masalah kesehatan mental. Selain itu berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sebanyak 95% remaja di Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah-buahan dan justru lebih memilih junk food. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka harapan terciptanya remaja yang sehat dan produktif akan sulit untuk dicapai. Untuk memulai resolusi sehat di tahun ini, ada beberapa to-do-list yang wajib diperhatikan.

5 Poin Resolusi Sehatmu Tahun Ini

  1. Hindari Makanan Ultra Proses

Makanan yang melalui banyak proses seperti pengeringan, pemanggangan, perebusan, maupun pasteurisasi biasanya juga mengandung pengawet, pemanis, dan perisa. Meskipun rasanya lezat, mengonsumsi sosis, keripik, minuman manis, dan makanan yang diolah berlebihan, dapat menimbulkan diabetes hingga jadi faktor pemicu kanker. Selain itu, perlu juga untuk memperhatikan gizi pada makanan. Pemerintah Indonesia sendiri memiliki program gizi yang diberi nama “Isi Piringku” yaitu :

  1. 1/6 piring makan berupa buah berbagai jenis dan warna,
  2. 1/6 piring berupa lauk pauk protein baik hewani maupun nabati.
  3. 1/3 piring berupa makanan pokok yang terdiri dari karbohidrat kompleks (biji -bijian/beras), artinya membatasi karbohidrat simpleks (gula, tepung-tepungan dan produk turunan dari tepung)
  4. 1/3 piring makan berupa berbagai jenis sayur-sayuran.

Remaja perempuan yang nantinya menjadi calon ibu di masa depan diupayakan agar dapat melahirkan generasi emas bebas stunting. Oleh sebab itu, harus dipersiapkan sedini mungkin dan semaksimal mungkin untuk melahirkan generasi yang sehat dan berprestasi dengan memperhatikan asupan gizi sekarang dan nanti.

  1. Tetap Terhidrasi

Cukup minum air juga membantu regenerasi sel sehingga kulit terlihat lebih segar dan merona. Konsumsi air putih yang disarankan yaitu sekitar delapan gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter. Selain dari minuman, makanan juga dapat memberikan asupan cairan pada tubuh yaitu sekitar 20%. Cairan dari makanan terutama diperoleh dari buah dan sayur, misalnya bayam dan semangka yang mengandung 90% air.

  1. Banyak Bergerak

Teknologi yang semakin maju, membuat segalanya menjadi semakin mudah dan membuat kita malas bergerak. Padahal memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat meningkatkan risiko kematian dini. Melakukan aktivitas fisik hingga berolahraga rutin harus menjadi kebiasaan karena dapat melatih kekuatan otot, menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes, meningkatkan kepadatan tulang, dan menurunkan lemak tubuh.

Aktivitas Fisik Yang Direkomendasikan WHO berdasarkan usia Anak dan remaja (usia 5-17 tahun) yaitu:

  • Minimal melakukan aktivitas fisik sedang-berat selama 60 menit setiap hari contoh : lari
  • Minimal 3 hari dalam seminggu melakukan aktivitas aerobic untuk penguatan otot dan tulang.
  • Membatasi waktu yang dihabiskan untuk kegiatan sedentari (perilaku duduk, berbaring sehari-hari tetapi tidak termasuk waktu tidur) dan menggantikannya dengan berbagai aktivitas dalam berapapun tingkat intensitasnya

 

4. Cukup Tidur

Prioritaskan kesehatan mental. Stres dan kurang tidur dapat merusak kulit dan organ tubuh lain. Usahakan tidur cukup 7-9 jam setiap malam. Untuk meningkatkan kualitas tidur, cobalah praktik pereda stres ke dalam rutinitas sebelum tidur baik itu meditasi, yoga, atau latihan pernapasan. Pikiran yang sehat berkontribusi pada kulit yang sehat dan bercahaya serta badan yang bugar.

  1. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan rutin sangat dianjurkan untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini dan memungkinkan penanganan medis lebih cepat. Kesehatan kita dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti genetik, usia, riwayat penyakit, dan gaya hidup. Itu sebabnya, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan setidaknya setahun sekali atau sesuai saran dokter untuk mendeteksi tanda awal masalah kesehatan.

 

Sumber:

Penulis

Raden Dina Putri Brilian

Administrator dan pengelola informasi resmi website Puskesmas Pakem.

Lihat artikel penulis →

2 Komentar

  1. Artikel ini bagus karena bahasanya mudah dipahami dan isinya relevan untuk semua orang, terutama remaja. Pesannya jelas: mulai hidup sehat sekarang, bukan nanti. Disertai data dan tips praktis seperti pola makan, hidrasi, olahraga, tidur cukup, dan cek kesehatan rutin, sehingga pembaca punya panduan nyata untuk menjalankan resolusi sehat di 2024.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.